TENTANG

TENTANG REPOSITORI EKOSISTEM PESISIR

Repositori Ekosistem Pesisir: Menjembatani Praktik Seni, Keilmuan, dan Praktik Masyarakat di Kepulauan Riau merupakan platform edukasi online yang dirancang untuk mengumpulkan, mendokumentasikan, dan menghubungkan beragam pengetahuan tentang dua ekosistem pesisir, yaitu mangrove dan terumbu karang.

Repositori ini mempertemukan tiga cara memahami dan merawat lingkungan yang kerap berjalan secara terpisah, yaitu penelitian ilmiah, praktik dan pengetahuan berbasis komunitas, serta pendekatan seni yang berangkat dari kepedulian terhadap isu-isu lingkungan. Alih-alih menempatkan satu perspektif di atas yang lain, repositori ini menghadirkan ketiganya dalam ruang digital yang sama sehingga dapat saling melengkapi, memperkaya pemahaman, dan terkadang berbeda pandangan.

Seiring bertambahnya kontribusi dari berbagai pihak, repositori ini menanyakan:

  1. Bagaimana berbagai pengetahuan yang saling terkait dapat membantu menjawab kebutuhan mendesak akan pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir?
  2. Bagaimana platform digital seperti ini dapat mendorong lebih banyak dialog, pertukaran pengetahuan, dan pendidikan lintas disiplin mengenai pentingnya kawasan pesisir serta berbagai ancaman yang dihadapinya?

Kami berharap repositori ini dapat menjadi sarana yang membantu Anda memahami ekosistem pesisir secara lebih utuh, melalui beragam pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang memperlihatkan bagaimana manusia dan berbagai makhluk hidup lainnya saling terhubung dan bergantung satu sama lain dalam habitat yang sama.

Seluruh konten yang ditampilkan dalam repositori ini telah disunting oleh para peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) yang terlibat dalam proyek ini. Jika Anda ingin berkontribusi, memperbarui, atau mengoreksi informasi yang tersedia dalam repositori, silakan menghubungi kami melalui email: ntuccacomms@ntu.edu.sg.

Saat ini repositori berfokus pada penelitian mangrove dan terumbu karang serta berbagai inisiatif restorasi berbasis masyarakat di Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau, Indonesia) dan Singapura. Ke depan, repositori ini diharapkan dapat diperluas baik dari segi cakupan geografis maupun jenis kontennya.

Repositori ini didanai oleh Singapore Ministry of Education (MOE) Tier 3 Grant (MOE-MOET32022-0006) melalui Climate Transformation Programme (CTP) di Nanyang Technological University, serta MOE Tier 1 Grant (RG129/24) dalam proyek “Developing and Evaluating Digital Tools for Participatory Climate Change Mitigation” yang dipimpin oleh Ketua Peneliti, Professor Ute Meta Bauer.

Segala pendapat, temuan, kesimpulan, dan rekomendasi yang disampaikan dalam repositori ini merupakan tanggung jawab penulis dan bukan Kementerian Pendidikan Singapura.


CARA MENGGUNAKAN REPOSITORI

A. PILIHAN BAHASA

Repositori ini tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anda dapat berganti bahasa dengan memilih opsi bahasa yang ada di bagian atas situs.

B. MEMILIH KONTEN

Untuk melihat konten tentang mangrove, klik menu “Tentang Mangrove” pada panel samping.
Untuk melihat konten tentang terumbu karang, klik menu “Tentang Terumbu Karang” pada panel samping.
Untuk menonton video wawancara dengan para kolaborator, klik menu “Video”.
Anda dapat mencari topik atau konten tertentu secara langsung di fitur “Pencarian” pada panel samping.

C. KATEGORI KONTEN

Kontribusi pengetahuan dalam repositori ini dibagi ke dalam empat kategori:

C.1 Ekosistem
berisi pengenalan dasar bagi Anda yang baru mempelajari ekosistem pesisir. Di dalamnya terdapat gambar, deskripsi singkat berbagai mahkluk hidup lainnya yang hidup di kawasan tersebut, serta video pendek yang menampilkan para kolaborator dari berbagai latar belakang yang berbicara mengenai pentingnya habitat pesisir dan ancaman yang mereka hadapi.

C.2 Praktik Masyrakat
Kategori ini berisi kontribusi pengetahuan dari masyarakat pesisir. Pengetahuan mereka lahir dari pengalaman hidup sehari-hari yang dipengaruhi oleh kondisi dan kesehatan ekosistem pesisir tempat mereka bergantung.

C.3 Penelitian
Kategori ini memuat hasil pengetahuan yang dihasilkan melalui praktik seni berbasis riset tentang lingkungan pesisir. Selain itu, tersedia pula berbagai hasil penelitian dari ilmuwan kelautan dan ahli ekologi yang disajikan dalam beragam format.

C.4 Sumber Referensi
Berbagai sumber informasi online tentang ekosistem pesisir ada di kategori ini dan dikelompokkan ke dalam: (I) Panduan dan Buku Pegangan; (II) Peta, (III) Basis Data; (IV) Video Edukasi; (V) Karya Seni, (VI) Studi Kasus.


PROSES PENELITIAN

Dalam proses perancangan dan pengembangan repositori ini, tim peneliti berinteraksi dan melakukan wawancara dengan tiga kelompok narasumber, yaitu masyarakat pesisir Bintan, seniman, dan ilmuwan. Materi yang ditampilkan dalam repositori ini dikumpulkan melalui percakapan, wawancara semi-terstruktur, dan/atau observasi bersama para kolaborator di Singapura dan Kabupaten Bintan. Para kontributor dalam website ini telah mengizinkan pengetahuan dan praktik mereka untuk dipublikasikan.


TIM PENELITI

Ute Meta Bauer
Ute Meta Bauer
Kurator, Direktur Pendiri, Singapura

Sejak 1 Juni, Ute Meta Bauer menjadi Professor Emerita di Nanyang Technological University Singapore (NTU). Selama lebih dari satu dekade, ia menjabat sebagai Founding Director dan sejak 2024 sebagai Principal Research Fellow di NTU Centre for Contemporary Art Singapore (NTU CCA Singapore). Ia merupakan Founding Co-Director dari Max Planck NTU Centre for Biocultural Worlding (Singapura/Berlin) yang baru didirikan. Sejak 2016, ia menjabat sebagai Chair / Co-Chair program Masters in Museum Studies and Curatorial Practices (MA MSCP). Selama sepuluh tahun terakhir, karyanya sebagai pendidik dan kurator berfokus pada Climates. Habitats. Environments. Di NTU CCA, ia mengurasi dan menjadi co-curator untuk The Oceanic (2017/2018), Trees of Life. Knowledge in Material (2018), dan The Posthuman City (2020). Pada tahun 2022, ia menjadi kurator untuk Singapore Pavilion di 59th Biennale di Venezia, yang menampilkan seniman Shubigi Rao. Proyek-proyek berskala besar terbarunya meliputi 17th Istanbul Biennial (2022), yang ia kurasi bersama David Teh dan Amar Kanwar, serta arahan artistik untuk Diriyah Contemporary Art Biennale 2024. Ia adalah Trustee dari Art Foundation TBA21 dan anggota dewan Käte Hamburger Kolleg, University of Kassel (Jerman). Bauer baru-baru ini dianugerahi Honorary Doctorate of Art and Design oleh Aalto University School of Arts, Design and Architecture, Helsinki, Finlandia.

Laura Miotto
Laura Miotto
Associate Professor, Italia, Singapura

Laura Miotto adalah Associate Professor di School of Art, Design and Media (ADM), Nanyang Technological University, dan co-chair program MA in Museum Studies and Curatorial Practices di ADM. Ia juga menjabat sebagai Design Director di GSM Project di Singapura, sebuah perusahaan internasional yang berfokus pada desain pameran dan berasal dari Montréal, Kanada. Dengan pengalaman selama 20 tahun di bidang desain, baik sebagai creative director maupun desainer arsitektur, Miotto telah mengerjakan berbagai pameran yang berfokus pada interpretasi warisan budaya dan strategi desain sensorik dalam konteks museum, galeri tematik, dan ruang publik.

Joshua Gebert
Joshua Gebert
Research Fellow, Singapura, Indonesia, Belanda

Joshua Gebert adalah Research Fellow di School of Art, Design and Media, Nanyang Technological University, untuk Climate Transformation Programme (2025–sekarang). Joshua memiliki latar belakang pendidikan dalam sejarah arsitektur dan perencanaan tata ruang di Belanda, yang membentuk dasar pemahamannya tentang persinggungan antara budaya, lingkungan binaan, dan keberlanjutan. Ia meraih gelar PhD (S3) dalam Southeast Asian Studies dari National University of Singapore pada tahun 2024, dengan menggunakan pendekatan geografi budaya dan kajian warisan kritis untuk meneliti politik warisan budaya di Indonesia. Penelitian doktoralnya mengeksplorasi bagaimana keterlibatan budaya dan praktik artistik oleh komunitas lokal dapat berkontribusi pada dekolonisasi.

Mei Jia Ng
Mei Jia Ng
Research Associate, Singapura

Ng Mei Jia saat ini adalah Research Associate di School of Art, Design and Media, Nanyang Technological University, yang mengelola proyek penelitian Climate Transformation Programme (2024–2030), Developing and Evaluating Digital Tools for Participatory Climate Change Mitigation (2025–2026), serta pernah menjadi asisten peneliti untuk Climate Crisis and Cultural Loss (2021–2024), Environmentally-Engaged Artistic Practices in South, Southeast Asia and the Pacific (2021–2023), dan Understanding Southeast Asia as a ‘Geocultural’ Formation (2021–2023). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Project Officer (Intangible Cultural Heritage) di National Heritage Board, Singapura. Mei Jia meraih gelar MA dalam Southeast Asian Studies dari National University of Singapore.

Angela Ricasio Hoten
Angela Ricasio Hoten
Research Assistant, Singapura, Australia

Angela Ricasio Hoten adalah Research Assistant di School of Art, Design and Media, Nanyang Technological University, yang mendukung proyek penelitian Climate Transformation Programme (2024–2030), Developing and Evaluating Digital Tools for Participatory Climate Change Mitigation (2025–2026), dan sebelumnya Environmentally-Engaged Artistic Practices in South, Southeast Asia and the Pacific (2023–2024). Angela meraih gelar BA (Hons) dalam Environmental Studies dengan minor dalam Anthropology dari Yale-NUS College, Singapura. Ia juga pernah menjadi asisten peneliti sarjana untuk ‘Lala Land: Singapore’s Seafood Heritage’ yang disunting oleh Anthony Medrano dan diterbitkan oleh Epigram Books.

Liz Liu Yihui
Liz Liu Yihui
Research Assistant, Singapura

Liz Liu Yihui adalah Research Assistant yang mendukung proyek Developing and Evaluating Digital Tools for Participatory Climate Change Mitigation (2025–2026). Liu meraih gelar BSc dalam Ecological Sciences dari University of Göttingen. Ia menempuh studi magister di Nanyang Technological University (NTU) Singapore, dengan menggunakan pembuatan pewarna sebagai metode penelitian untuk mengkaji materialitas pewarna tekstil tradisional di Asia Tenggara. Ia adalah salah satu pendiri Wild Dot, sebuah studio pembuatan tinta botani yang bekerja dengan tumbuhan lokal yang melimpah.

Madeleine Collie
Madeleine Collie
Visiting Researcher, Australia

Madeleine Collie adalah Visiting Researcgre (peneliti tamu) di bawah Climate Transformation Programme (2024–2027). Collie adalah kurator, penulis, dan peneliti yang menciptakan platform untuk sirkulasi pengetahuan kreatif yang berhubungan dengan politik dan puitika tumbuhan dalam seni kontemporer. Ia memulai Food Art Research Network pada tahun 2020 sebagai platform untuk pembelajaran sejawat dan riset kuratorial yang berjalan secara perlahan. Ia adalah co-editor Earth Ethics: Art, Institutions and Regenerative Practices (Monash University Publishing, 2025), editor utama untuk volume yang akan terbit berdasarkan pertukaran riset jangka panjang Follow the Plants (2023–25), dan co-editor Tastes of Justice: The Aesthetics and Politics of Food in Asia and Australia (Routledge, 2026). Ia meraih gelar PhD dalam Art History, Theory and Curatorial Practice dari Monash University pada tahun 2025 dan memiliki gelar MRes dalam Curatorial/Knowledge dari Goldsmiths, University of London.


UCAPAN TERIMA KASIH

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kolaborator atas waktu, kepercayaan, dan pengetahuan yang telah mereka bagikan selama proses ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Asti Lalasati yang telah mendokumentasikan video wawancara dalam proyek ini; Stephanie Chia yang telah menyunting video; Taufik Afdal yang telah menenerjemahkan konten repositori ini ke dalam Bahasa Indonesia; mono.studio untuk desain dan pengembangan situs web repositori ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Dodi, Reno, Ando dan Pak Iwan Winarto atas dukungan mereka selama kunjungan kami di Bintan. Kami juga sangat berterima kasih kepada Cynthia Chou dan Vivienne Wee, yang melalui penelitian pionir mereka mengenai komunitas pesisir di Kepulauan Riau telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi proyek ini. Dukungan, arahan, dan masukan mereka turut memperkaya proses penelitian lapangan tim di Bintan.

Repositori ini dibuat atas kreatifitas dari
Desain Situs Web: mono.studio
Pemrograman: web3000


KONTRIBUTOR

Awalludin
Awalludin
Fisher, Pengudang Village, Teluk Sebong, Bintan

Awalludin adalah seorang nelayan dan pemilik Bunda Homestay di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Sejak kecil, ia tinggal dan bermain di hutan mangrove Pengudang. Ia pernah bekerja di Pemerintah Desa Pengudang. Ia menyukai dunia kelautan dan saat ini berfokus pada pariwisata serta kegiatan menangkap ikan di wilayah pesisir.

Dr Khairun Nisha
Dr Khairun Nisha
Research Fellow at Earth Observatory of Singapore

Dr Nisha is a Research Fellow in the Coral Geomorphology Group at the Earth Observatory Singapore, NTU. She specializes in palaeoecology and geochemistry analyses of peat and sediment from different forests. Her research focuses on reconstructing past environmental and ecological changes using multi-proxy approaches, including pollen, charcoal, stable carbon and nitrogen isotopes, and geochronology indicators. Currently, her work investigates tipping points in Singapore’s mangrove ecosystems in response to Holocene sea-level changes. By integrating field observations, laboratory analyses, and quantitative data interpretation, her research aims to improve understanding of long-term coastal ecosystem dynamics and contribute to the conservation and restoration of mangrove. 

Dr Pierre Taillardat
Dr Pierre Taillardat
Nanyang Assistant Professor at Asian School of the Environment
Pierre Taillardat is a Nanyang Assistant Professor at Nanyang Technological University (NTU), within the Asian School of the Environment (ASE), specializing in wetland ecosystems, carbon cycling, and nature-based climate solutions. Combining field-based measurements with advanced modelling approaches, he contributes to improving the quantification of wetland carbon dynamics and their role in climate mitigation, with a particular interest in mangroves and tropical peatlands.
Dr Timothy Shaw
Dr Timothy Shaw
Senior Research Fellow at Earth Observatory of Singapore

Dr Timothy Shaw is a Senior Research Fellow at the Earth Observatory of Singapore, Nanyang Technological University with more than 10 years experience in sea-level and coastal environmental change research working in the United Kingdom, United States and now Singapore. His research focuses on investigating intertidal environments such as mangrove forests to reconstruct and understand how and why sea level has changed in the past which provides an important foundation for understanding how coastal ecosystem may respond to future sea-level rise over the 21st century and beyond.  

Dr Hari Vishnu
Dr Hari Vishnu
Peneliti fisika suara di Acoustic Research Laboratory, National University of Singapore

Hari Vishnu adalah Senior Research Fellow di National University of Singapore. Penelitiannya mencakup pembelajaran mesin untuk aplikasi bawah air, bioakustik, dan pemrosesan suara impulsif, yang diterapkan di berbagai lingkungan perairan, mulai dari perairan tropis yang dipenuhi suara udang snapping shrimp hingga wilayah kutub yang didominasi oleh suara lelehan gletser. Ia memperoleh gelar Ph.D. dari Nanyang Technological University, dan pernah menjadi Visiting Fellow di Scripps Institution of Oceanography pada tahun 2019–2021. Fokus penelitiannya saat ini meliputi penilaian keanekaragaman hayati akustik, akustik es yang mencair, dan distributed acoustic sensing. Hari juga memegang peran sebagai Secretary/Deputy Secretary dalam kepemimpinan IEEE Oceanic Engineering Society, menjabat sebagai Chief Editor majalah outreach mereka, Earthzine, dan berperan penting dalam penyelenggaraan Singapore AUV Challenge, salah satu kompetisi robotika kelautan mahasiswa terbesar di Asia dan Eropa.

Dr Henrique Bravo
Dr Henrique Bravo
Ekolog kelautan dan Research Fellow di Earth Observatory of Singapore, Nanyang Technological University

Henrique Bravo adalah ekolog kelautan di Nanyang Technological University, Singapura, yang berspesialisasi dalam keanekaragaman, ekologi, dan konservasi invertebrata yang berasosiasi dengan karang di terumbu karang Asia Tenggara. Penelitiannya mengkaji interaksi antara invertebrata dan karang melalui survei lapangan, kerja laboratorium, dan alat statistik untuk menilai peran mereka dalam kesehatan dan ketahanan terumbu karang. Saat ini, ia meneliti dinamika tersebut dalam sistem terumbu yang keruh, serta bagaimana hubungan-hubungan ini dapat merespons berbagai tekanan perubahan global.

Dr Riovie Ramos
Dr Riovie Ramos
Ilmuwan kelautan dan geokimiawan, serta Research Fellow di Earth Observatory of Singapore, Nanyang Technological University

Riovie D. Ramos adalah peneliti paleoklimat yang menggunakan arsip berbasis karang untuk memahami perubahan iklim dan laut pada masa lalu. Dalam penelitian PhD-nya, ia menggunakan karang untuk merekonstruksi perubahan suhu permukaan laut, salinitas, dan sirkulasi laut permukaan di masa lalu, guna meneliti faktor-faktor yang memengaruhi variabilitas iklim dan oseanografi di laut-laut tepi Asia Tenggara. Sebagai peneliti pascadoktoral, ia kini mengembangkan penelitian ini pada skala terumbu, dengan menelusuri bagaimana terumbu karang Indo-Pasifik merespons perubahan muka laut dan lingkungan di masa lalu untuk membantu memproyeksikan masa depannya.

Ibu Hayati
Ibu Hayati
Warga Desa Pengudang, Teluk Sebong, Bintan

Hayati atau biasa disapa Yati adalah ibu rumah tangga berusia 58 tahun yang lahir dan besar di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan. Sehari-harinya, ia aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian mangrove, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga mendukung berbagai kegiatan komunitas yang berkaitan dengan ekowisata dan edukasi lingkungan. Selain itu, Yati juga mengisi waktu luangnya dengan mengajar mengaji bagi anak-anak di rumahnya. Sebagai anggota komunitas, ia kerap terlibat dalam kegiatan penerimaan kunjungan tamu dari berbagai daerah maupun mancanegara, termasuk membantu menyiapkan hidangan serta memperkenalkan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat Pengudang. Baginya, kesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara dan memperkenalkan budaya lokal menjadi pengalaman yang paling berkesan.

Henky Irawan
Henky Irawan
Ilmuwan kelautan dan dosen di Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang

Henky Irawan adalah ilmuwan kelautan dan dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Indonesia, dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam inovasi budidaya perairan dan pengelolaan ekosistem pesisir. Karyanya berfokus pada pengembangan budidaya perairan restoratif, yang mengintegrasikan restorasi ekologis dengan sistem produksi yang berkelanjutan. Ia telah memimpin berbagai penelitian tentang mangrove, lamun, terumbu karang, serta spesies bernilai ekonomi penting seperti kerapu dan rumput laut. Penelitian tersebut menghasilkan berbagai inovasi penting, termasuk perbanyakan mangrove secara hidroponik dan struktur terumbu buatan yang dirancang untuk mendukung pemulihan ekosistem. Penelitian Henky menghubungkan praktik budidaya perairan dengan strategi karbon biru, konservasi keanekaragaman hayati, dan ketahanan pesisir berbasis masyarakat. Ia secara aktif mendorong pendekatan berbasis ekosistem yang dapat memperkuat pemulihan habitat sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan Indonesia. Dengan latar belakang akademik dan kepemimpinan yang kuat, ia turut berperan dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pelaksanaan di tingkat masyarakat.

Ibu Junah
Ibu Junah
Warga Desa Pengudang, Teluk Sebong, Bintan

Junah, yang akrab disapa Mak Anjang, menghabiskan hari-harinya dengan merawat kebun bunga, membantu nelayan memilih ikan bilis, serta memelihara ayam dan ikan hias di rumahnya. Memasak dan menyiram tanaman menjadi bagian dari rutinitas yang ia nikmati, berdampingan dengan kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir. Sebagai anggota komunitas, Mak Anjang aktif mengikuti kegiatan penanaman mangrove dan kerap membantu menyiapkan hidangan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Bagi perempuan berusia 62 tahun yang lahir dan besar di Pengudang ini, kebersamaan menjadi hal yang paling berharga. Ia senang berkumpul bersama ibu-ibu lainnya saat menanam mangrove, berbagi cerita dan canda, lalu menyaksikan pohon-pohon yang mereka tanam tumbuh subur. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga alam juga berarti merawat hubungan antarsesama.

ila
ila
Seniman dan peneliti yang berbasis di Singapura

Terungkap melalui visual, narasi, dan pertunjukan, praktik artistik ila berputar di sekitar urgensi untuk perbaikan, perawatan, dan dukungan timbal balik. Dengan menegosiasikan titik-titik pengalaman alternatif, karya-karyanya mengkonfigurasi ulang dan menggabungkan fiksi spekulatif dengan sejarah faktual, arsip informal, dan pengalaman kolektif, menganggapnya sebagai tempat untuk empati dan konektivitas.

Atas izin Dewi Marie Vincoy.

Iwan Winarto
Iwan Winarto
Founder of Pengudang Mangrove School

Iwan Winarto runs the community space, Pengudang Mangrove School in Bintan, Indonesia and has started various ecotourism initiatives to support the Pengudang village including mangrove tours, restoration projects and homestays. The Pengudang Mangrove school focuses largely on educating locals and tourists on the importance of protecting mangrove forests that face local and existential threats and initiates mangrove restoration projects around Bintan Island.

Johanes Jamil
Johanes Jamil
Pemimpin Komunitas Orang Laut di Kawal, Kampung Masiran, Bintan

Johanes Jamil, yang lebih dikenal dengan nama Jembol, adalah keturunan generasi ketiga dari komunitas Orang Suku Laut yang menetap di Kawal, Bintan, dan saat ini menjabat sebagai kepala komunitas di Kampung Masiran. Ia memiliki hubungan yang erat dengan keluarga-keluarga Orang Laut di Bintan dan Lingga, serta meneruskan pengetahuan maritim, tradisi budaya, dan kepemimpinan komunitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setelah menyelesaikan sekolah, Johanes menerima beasiswa untuk menempuh studi Pendidikan Agama dan Filsafat di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia kemudian kembali ke Bintan, dan pada tahun 2024 bergabung dengan Island Foundation sebagai fasilitator lokal yang mendukung pendidikan anak-anak. Dengan ketertarikan besar pada pembelajaran yang berakar pada budaya, Johanes percaya bahwa pendidikan seharusnya memperkuat pola pikir tanpa menghapus identitas. Saat ini, ia mengajar di berbagai pusat belajar di Bintan, sekaligus bekerja sebagai guru agama, pemain sepak bola yang antusias, dan penari yang berdedikasi.

Raja Taufik Zulfikar
Raja Taufik Zulfikar
Kepala Bidang Kelautan, Konservasi, dan Pengawasan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau

Raja Taufik Zulfikar adalah Kepala Bidang Kelautan, Konservasi, dan Pengawasan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau, yang aktif memimpin program perlindungan kawasan laut, rehabilitasi hutan mangrove, serta penguatan sinergi kelompok masyarakat dan lembaga konservasi. [1, 2, 3, 4]

Mak Dara
Mak Dara
Mantan nelayan dan penari di Dompak, Tanjungpinang

Dara Duka, yang lebih akrab dikenal sebagai Mak Dara, adalah mantan nelayan dan penari Joget Dangkung yang berasal dari Dompak, sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ia lahir di Dompak pada tahun 1953. Setelah menikah dan memiliki anak, ia mulai dikenal dengan sapaan Mak Dara, yang dalam dialek Melayu Kepulauan Riau kerap dilafalkan sebagai “Mak Dare”. Di kampungnya, Mak Dara dikenal karena ketekunannya dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisi Kepulauan Riau, khususnya Joget Dangkung. Selain tampil sebagai pelaku seni, ia juga aktif mencatat dan merawat pantun-pantun lama Melayu yang menjadi bagian penting dari tradisi pertunjukan tersebut. Atas dedikasinya, Mak Dara telah mendapatkan penghargaan atas perannya dalam melestarikan pantun Melayu dan kesenian Joget Dangkung.

Rudiansyah
Rudiansyah
Praktisi restorasi karang dan penyelam profesional di Bintan, Indonesia

Rudi adalah praktisi restorasi karang dan penyelam profesional yang berbasis di Bintan, Indonesia. Ia memiliki gelar di bidang Perikanan dari Universitas Maritim di Tanjungpinang dan bekerja bersama Bintan Black Coral di Teluk Bakau, Bintan, serta berkolaborasi dengan Bintan Resorts di kawasan Bintan Beach International Resort, Lagoi. Melalui pekerjaannya, ia memimpin berbagai inisiatif transplantasi karang, kegiatan pemantauan, dan program edukasi yang menghubungkan konservasi terumbu karang dengan kegiatan selam, pariwisata, dan keterlibatan masyarakat.

Mak Linda
Mak Linda
Warga Desa Pengudang, Teluk Sebong, Bintan

Sejak menetap di Desa Pengudang pada tahun 2014, Sriyulinda, yang akrab disapa Linda, menemukan kehidupan yang lekat dengan laut dan pesisir. Berasal dari Kota Medan di Pulau Sumatera, ia kini menikmati kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dengan hobi bekarang, yaitu aktivitas mencari hasil laut di kawasan pesisir saat air surut. Selain itu, Linda juga aktif membuat kerajinan tangan bersama kelompok perempuan di desanya dan sesekali terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove bersama masyarakat. Bagi Linda, Pengudang menghadirkan banyak pengalaman baru, mulai dari keindahan laut dan terumbu karang yang masih terjaga hingga keramahan masyarakatnya. Suaminya yang tergabung dalam tim Pengudang Mangrove turut memperoleh penghasilan melalui kegiatan edukasi dan kunjungan wisata berbasis mangrove. Bagi keluarga mereka, pelestarian mangrove bukan hanya tentang menjaga lingkungan pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Wa ode Masnia
Wa ode Masnia
Member of Pengudang Village, Teluk Sebong, Bintan

Kak Wa ode Masnia has been living in Pengudang since she was young. She is part of a group of women running eco-tourism activities, such as cooking workshops, to tourists. Her specialty is the dodol dessert, a recipe she learnt from her grandmother.   

Ibu Jetti
Ibu Jetti
Warga Desa Pengudang, Teluk Sebong, Bintan

Berpindah dari Sumatera Barat ke Desa Pengudang sekitar tujuh tahun lalu membawa Syukri Jetti Dwisma, yang akrab disapa Jetti, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Bintan. Selain mengurus keluarga, ia aktif sebagai pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan terlibat dalam berbagai kegiatan PKK. Di waktu luangnya, Jetti senang berpetualang dan menjelajahi tempat-tempat baru. Keterlibatannya dalam kegiatan pembibitan mangrove mempertemukannya dengan banyak pengalaman baru dan mempererat hubungan dengan warga sekitar. Bagi Jetti, momen paling berkesan adalah kebersamaan saat merawat bibit mangrove bersama anggota komunitas, serta kegembiraan ketika bibit-bibit tersebut dibeli oleh pengunjung sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Baginya, menjaga mangrove bukan hanya tentang merawat alam, tetapi juga membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Zarina Muhammad
Zarina Muhammad
Seniman, pendidik, dan peneliti yang berbasis di Singapura

Zarina Muhammad adalah seniman, pendidik, dan peneliti yang praktik interdisiplinernya bergerak melintasi performance, instalasi, gambar bergerak, suara, teks, dan perjumpaan partisipatif. Karyanya secara kritis meninjau kembali sejarah lisan, literatur etnografi, dan narasi historiografis Asia Tenggara, dengan menelusuri keterkaitan antara kosmologi ekokultural, historiografi yang dihantui, pembentukan mitos, dan lanskap yang memiliki daya spiritual-geologis. Melalui riset jangka panjang dan lintas lokasi, ia meneliti bagaimana mitos, ritual, perubahan lingkungan, geologi, sistem cuaca, dan bentuk-bentuk pengindraan yang berwujud membentuk cara-cara kontemporer dalam mengetahui dan menghuni dunia. Dengan bergerak di antara metodologi artistik, ilmiah, dan spiritual, praktiknya mempertemukan penyelidikan berbasis lapangan, pertukaran kolaboratif, eksperimen material, dan proses relasional yang hidup. Proyek-proyek terbarunya bergerak di antara data dan divinasi, dengan merangkai sistem monsun, sejarah kapal karam, teater ritual, lanskap spectral, dan arsip ekologis untuk mempertimbangkan bagaimana dunia dirasakan, diingat, dan terus-menerus dibentuk kembali. Karyanya telah dipresentasikan secara internasional di berbagai institusi dan biennale, termasuk Gwangju Biennale ke-15, Kochi-Muziris Biennale, Diriyah Contemporary Art Biennale, Lahore Biennale, dan Singapore Biennale. Ia merupakan penerima IMPART Art Prize 2022 dan berpartisipasi dalam program perdana STAR Residencies yang diselenggarakan oleh NTU Centre for Contemporary Art Singapore dan Earth Observatory of Singapore.

Andik
Andik
Videografer, Bintan

Nurandika Putra adalah videografer dan fotografer berusia 32 tahun asal Tanjungpinang. Selain aktif sebagai videografer, ia juga bekerja sebagai pengarah utama dalam berbagai produksi multicamera stage. Selama karirnya, Nurandika telah terlibat dalam beragam proyek kreatif, mulai dari film dokumenter, video profil perusahaan, hingga video musik. Dalam produksi multicamera, ia telah dua kali dipercaya sebagai Program Director pada acara kunjungan Presiden Republik Indonesia serta berbagai penyelenggaraan acara berskala besar. Dalam proyek Mangrove & Coral Repository – Riau Islands, Nurandika berperan sebagai camera person yang bertanggung jawab mengoperasikan peralatan kamera dan merekam berbagai momen di lapangan sesuai arahan videografer utama. Baginya, proyek ini menjadi pengalaman berharga karena memperluas pemahamannya tentang ekosistem mangrove dan pemanfaatannya oleh masyarakat, termasuk mengenal olahan mangrove menjadi dodol. Saat ini, ia paling menikmati perannya sebagai Switcher Operator Director (SOD) dalam berbagai produksi acara.

Tilek
Tilek
Videografer, Bintan

Riky Fernando, yang akrab dipanggil Tilek, adalah ilustrator asal Tanjungpinang yang aktif mengangkat isu kota, ruang, dan budaya pesisir melalui karya seni visual. Selain bekerja lepas sebagai ilustrator, ia juga kerap terlibat dalam produksi video dan berbagai proyek seni multidisiplin di Pulau Bintan. Dalam proyek Mangrove & Coral Repository – Riau Islands, Riky berperan sebagai driver dan asisten produksi tim video. Ia mendukung proses dokumentasi pengetahuan lokal mengenai ekosistem mangrove dan terumbu karang di berbagai lokasi. Riky merupakan peserta program residensi seni Rimpang Nusantara yang diselenggarakan oleh Cemeti Institute Yogyakarta. Ia juga aktif mengembangkan komunitas seni visual di Tanjungpinang. Pada tahun 2023, ia turut menginisiasi festival graffiti yang mengundang para seniman untuk merespons kawasan Kota Lama Tanjungpinang melalui karya visual. Pada tahun 2024, Riky menjadi salah satu inisiator sekaligus ilustrator TaktidoFest dan pada tahun 2025 turut berkontribusi dalam program WoW (Wheels to Wave)Tour bersama Bintan Bertutour.

Asti Lalasati
Asti Lalasati
Videografer, Bintan

N. Asti Lalasati (Asti) adalah pembuat film dokumenter, peneliti, dan pendidik yang berbasis di Kepulauan Riau. Ia meraih gelar Master of Science di bidang Environmental and Infrastructure Planning dari University of Groningen, Belanda, serta mengikuti kuliah pendek Scriptwriting and Directing di Griffith Film School, Australia. Praktiknya mengeksplorasi hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan di wilayah kepulauan dengan memadukan riset, dokumentasi visual, dan kolaborasi bersama komunitas. Film-film dokumenternya telah diputar dalam berbagai festival dan forum internasional yang mengangkat isu budaya, lingkungan, dan masyarakat pesisir. Dalam proyek pendokumentasian pengetahuan mangrove dan terumbu karang, Asti berperan sebagai videografer utama yang menjembatani proses komunikasi antara tim ilmiah dan masyarakat lokal. Ia menerjemahkan pertanyaan-pertanyaan penelitian berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia agar dapat menjadi dialog yang lebih alami bersama para kontributor. Selain mengarahkan pengambilan gambar, ia juga memastikan dokumentasi video tetap selaras dengan tujuan riset serta menghormati perspektif masyarakat yang terlibat. Di luar praktik film dan penelitian, Asti juga mendirikan Bintan Bertutour, sebuah inisiatif wisata edukatif yang menghubungkan sejarah, budaya, dan lingkungan.

Stephanie Chia
Stephanie Chia
Editor Video, Singapura

Stephanie Jaina Chia adalah penulis, pembuat film, dan kurator. Karyanya mengeksplorasi waktu, ingatan, duka, dan narasi yang tidak dapat sepenuhnya dipercaya, sering kali melalui film dan penulisan kreatif nonfiksi. Ia adalah salah satu pendiri Poster Room, sebuah kolektif seni yang berbasis di Singapura dan berfokus pada pemrograman film serta penulisan kritis. Stephanie meraih gelar BA (Hons) dalam English Literature and Art History dan sebelumnya pernah bekerja di New York. Mulai tahun 2026, ia akan menempuh MA Experimental Humanities and Social Engagement di New York University, tempat ia berharap dapat mengembangkan praktik pembuatan film dan risetnya dalam bidang environmental humanities.

Taufik Afdal
Taufik Afdal
Penerjemah, Bintan

Taufik Afdal adalah penerjemah Inggris–Indonesia, juru bahasa, peneliti, dan dosen yang berbasis di Tanjungpinang, Pulau Bintan, Indonesia. Ia meraih gelar Magister Linguistik dari Universitas Sumatera Utara dan telah menjadi anggota profesional Himpunan Penerjemah Indonesia sejak tahun 2014. Dengan pengalaman luas melayani klien lokal maupun internasional, ia memiliki spesialisasi dalam penerjemahan, penjurubahasaan, lokalisasi, dan komunikasi lintas budaya. Saat ini, ia mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang. Karya akademik dan profesionalnya menjembatani bahasa, budaya, dan pendidikan, dan ia telah menerbitkan penelitian dalam bidang kajian penerjemahan serta aktif berkontribusi pada komunikasi multibahasa dan kolaborasi internasional.


HAK CIPTA DAN MEREK DAGANG

Repositori beserta seluruh isinya dilindungi oleh hak cipta dan hak kekayaan intelektual lainnya. Anda dilarang memproduksi ulang, menyebarluaskan, mengadaptasi, memodifikasi, atau memasukkan sebagian maupun seluruh konten dalam situs ini ke dalam bentuk cetak maupun elektronik tanpa izin tertulis sebelumnya.


KETENTUAN PENGGUNAAN

Berikut adalah Ketentuan Penggunaan untuk repositori coastalecosystemsriau.org (“Situs”). Dengan mengakses dan/atau menggunakan Situs ini, Anda dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh Ketentuan Penggunaan yang berlaku.

Ketentuan Penggunaan ini dapat diperbarui sewaktu-waktu. Setiap perubahan akan diumumkan melalui halaman ini, dan penggunaan Situs setelah perubahan tersebut dipublikasikan dianggap Anda mengetujui ketentuan yang telah diperbarui.

Hak Kepemilikan
Situs ini dikelola oleh tim internal NTU School of Art, Design and Media (NTU).
Seluruh materi dan konten yang tersedia di Situs ini dilindungi oleh hak cipta, merek dagang, dan berbagai bentuk hak kepemilikan lainnya.

Pembatasan Penggunaan Isi Situs
Kecuali dinyatakan lain, seluruh konten dalam Situs ini tidak boleh produksi ulang, diterbitkan ulang, diunggah, dipublikasikan, dikirimkan, atau didistribusikan dengan cara apa pun tanpa izin tertulis sebelumnya.
Setiap modifikasi atau penggunaan konten untuk tujuan lain merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan hak kekayaan intelektual NTU. Seluruh grafik dan gambar yang tersedia di Situs juga dilindungi hak cipta dan tidak boleh digunakan kembali tanpa izin tertulis dari NTU.

Penafian Jaminan dan Tanggung Jawab
Seluruh konten pada Situs disajikan apa adanya tanpa jaminan dalam bentuk apa pun. Sejauh diizinkan hukum yang berlaku, NTU tidak memberikan jaminan atas:

(a) keakuratan, kebenaran, keandalan, ketepatan waktu, bebas pelanggaran hak, kelayakan jual, maupun kesesuaian untuk tujuan tertentu dari konten yang tersedia;
(b) ketersediaan layanan tanpa gangguan atau kesalahan, maupun jaminan bahwa kekurangan atau kesalahan akan diperbaiki, atau bahwa Situs dan servernya bebas dari virus maupun unsur berbahaya lainnya.

NTU juga tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang timbul akibat penggunaan Situs atau ketergantungan terhadap informasi yang tersedia di dalamnya.

Tautan dari Situs ini ke Situs Lain
Situs ini dapat memuat tautan ke situs pihak ketiga yang tidak dikelola oleh NTU. NTU tidak bertanggung jawab atas isi situs-situs tersebut maupun kerugian yang timbul akibat akses ke situs pihak ketiga. Penggunaan tautan eksternal sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Tautan ke situs web lain disediakan semata-mata untuk kemudahan Anda. Dalam keadaan apa pun, NTU tidak dapat dianggap memiliki hubungan atau afiliasi dengan merek dagang atau merek layanan, logo, lambang, atau perangkat lain apa pun yang digunakan atau ditampilkan pada situs web yang terhubung dengan Situs ini.

Tautan ke Situs ini dari Situs lain
Kecuali dinyatakan lain di bawah ini, tindakan pembuatan tembolok (caching), pemuatan tautan (linking), dan penayangan (framing) atas situs web ini atau bagian mana pun dari isinya dilarang.

Anda wajib mendapatkan izin dari NTU terlebih dahulu sebelum membuat tautan (hyperlinking) ke, menayangkan (framing), situs web ini atau bagian mana pun dari isinya, atau melakukan kegiatan serupa. NTU berhak untuk menetapkan syarat dan ketentuan saat memberikan izin atas pembuatan tautan (hyperlinking) ke, atau penayangan (framing) atas situs web ini atau bagian mana pun dari isinya.

Tindakan Anda membuat tautan ke, atau menayangkan (framing) bagian mana pun dari situs web ini atau isinya dianggap sebagai bentuk penerimaan atas Syarat Penggunaan ini. Hal ini tetap berlaku bahkan setelah dipublikasikannya perubahan atau modifikasi apa pun terhadap Syarat Penggunaan ini. Jika Anda tidak menerima Syarat Penggunaan ini, Anda harus menghentikan pembuatan tautan ke, atau penayangan (framing) atas situs web ini maupun isinya.

Dalam keadaan apa pun, NTU tidak dapat dianggap memiliki hubungan atau afiliasi dalam bentuk apa pun dengan merek dagang atau merek layanan, logo, lambang, atau perangkat lain apa pun yang digunakan atau ditampilkan pada situs web yang terhubung ke situs web ini atau bagian mana pun dari isinya.

NTU memegang penuh hak untuk menonaktifkan tautan ke, atau tayangan (frame) dari situs mana pun yang memuat topik, nama, materi, atau informasi yang tidak pantas, menodai, memfitnah, melanggar hukum, tidak senonoh, melanggar kesusilaan, atau materi/informasi yang melanggar hukum tertulis apa pun, hak kekayaan intelektual, hak milik, hak privasi, atau hak publikasi yang berlaku.

NTU berhak untuk menonaktifkan tautan atau tayangan (frame) apa pun yang tidak sah dan tidak bertanggung jawab atas konten yang tersedia di situs lain mana pun yang diakses melalui tautan ke atau dari situs web ini atau bagian mana pun dari isinya.

Hukum yang Mengatur
Syarat Penggunaan ini diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum Republik Singapura.