Mak Lindawati menyiapkan buah dari pohon Sonneratia alba. Atas izin NTU CCA Singapore.

Member of Pengudang Village, Teluk Sebong, Bintan
Work-in-progress

Mak Lindawati menyiapkan buah dari pohon Sonneratia alba. Atas izin NTU CCA Singapore.
Sri Yulinda, atau panggilan akrabnya Mak Lindawati, adalah salah satu dari 40 peserta pelatihan yang diadakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau di Desa Pengudang, Teluk Sebong, Bintan, pada tahun 2024. Di kegiatan tersebut, ia belajar membuat sirup dari buah mangrove yang ia sebut “perepat” (Sonneratia alba). Sebagai ibu rumah tangga, keterampilan baru ini membantunya menambah penghasilan keluarga melalui produksi dan penjualan sirup berbahan buah perepat.
Peeled fruits of the perepet tree. Courtesy NTU CCA Singapore.

Buahnya berwarna hijau dan keras, dengan kelopak berbentuk bintang di bagian ujungnya berwarna kemerahan. Saat Mak Lindawati dan teman-temannya mengupas kulit buah perepat yang tebal, daging buahnya kelihatanberwarna merah muda cerah. Jika dimakan mentah, buah ini rasanya sangat asam.

Pohon perepat merupakan jenis mangrove yang tumbuh di kawasan pasang surut, mulai dari Afrika Timur hingga Asia Tenggara dan Australia. Pohon ini berukuran cukup besar dan dapat mencapai tinggi sekitar 15–20 metersaat dewasa. Akar-akarnya berbentuk kerucut dan muncul ke permukaan tanah. Melalui pori-pori udara yang disebut pneumatofor, pohon ini dapat tetap bernapas saat air pasang naik.
S. alba tree growing along the coast of Pengudang, Teluk Sebong, Bintan. Courtesy NTU CCA Singapore.

Akar berbentuk kerucut dari S. alba. Atas izin CCA Singapura.


Work-in-progress