Membuat Makanan Penutup Dodol dengan Bibit Mangrove

Kak Wa Ode Masnia menyiapkan hidangan penutup dodol di Pengudang, Teluk Sebong, Bintan. Atas izin NTU CCA Singapura.

Membuat Makanan Penutup Dodol dengan Bibit Mangrove


Pohon mangrove tumbuh di lingkungan yang menantang, seperti kadar garam yang tinggi dan tanah yang tergenang air hingga dua kali sehari. Untuk menghadapi kondisi ini, beberapa jenis mangrove punya cara khusus agar bijinya tetapbisa tumbuh dengan baik, meski tanahnya tidak stabil. Cara ini disebut vivipari, yaitu ketika biji mulai tumbuh menjadi kecambah saat masih menempel di pohon induknya, setelah bunganya dibuahi.Kecambah ini disebut propagul. Karena sudah mulai tumbuh sejak di pohon, propagul ini jadi lebih siap bertahan hidup ketika akhirnya lepas. Setelah jatuh, propagul akan terbawa arus pasang surut air laut, kadang sampai jauh, hingga menemukan tempat yang cocokuntuk menancap dan tumbuh di tanah.

Kak Nya memanen “buah” ini dari pohon beboros, atau bahasa ilmiahnya disebut Bruguiera cylindricaSaat ini ada enam jenis Bruguiera, Bruguiera dan semuanya ada di Asia Tenggara. Salah satunya jenisnya, Bruguiera hainesii, pohon mangrove yang sangat langka di dunia dan hanya ada empat pohon saja di Singapura. Pohon beboros yang sudah dewasa bisa tumbuh tinggi mencapai 20 meter. Kita bisa membedakan pohon Bruguiera dengan pohon mangrove lainnya dariakarnya yang memanjang cukup jauh dan terlihat bertekuk-tekuk seperti beruas.

Akar pohon Bruguiera sp. sering digambarkan menyerupai lutut. Foto oleh NTU CCA Singapore.

Akar pohon Bruguiera sp. sering digambarkan menyerupai lutut. Foto oleh NTU CCA Singapore.



Artikel Terkait

Wa ode Masnia
Wa ode Masnia
Member of Pengudang Village, Teluk Sebong, Bintan

Kak Wa ode Masnia has been living in Pengudang since she was young. She is part of a group of women running eco-tourism activities, such as cooking workshops, to tourists. Her specialty is the dodol dessert, a recipe she learnt from her grandmother.